Gallery

Macam-Macam Bank Umum

  1. Bank Negara Indonesia (BNI)

Bank BNI, semula pada waktu didirikan bernama Bank Negara Indonesia 1946 (BNI 1946) dan pernah berganti nama sebentar menjadi BNI Unit III pada tahun 1965. Bank ini pernah berfungsi sebagai bank sirkulasi pada awal tahun 1950-an yaitu pada waktu pendudukan Belanda. Misinya mula-mula mencangkup juga sebagai bank pembangunan. Dalam hubungan ini BNI turut mewujudkan berdirinya beberapa perusahaan. Dalam melaksanakan tugas ia tak hanya ebagai perusahaan saja tetapi juga bertindak sebagai agen pembangunan yaitu lembaga yang berkewajiban menunjang pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pembangunan. Sebagai bank umum devisa, ia berusaha menghimpun dana masyarakat berupa simpanan giro, deposito, maupun Tabanas dan Taska.

Disamping itu, ia juga memperoleh dana yang berasal dari kredit likuiditas Bank Indonesia. Dalam kegiatan pemberian pinjaman ia memberikan kredit investasi berjangka panjang maupun eksploitasi berjangka pendek. Sector usaha yang dibiayai mengutamakan sector industri. Bank BNI juga memberikan kredit KIK/KMKP untuk meningkatkan usaha para pengusaha kecil golongan ekonomi lemah. Selain kegiatan di dalam negeri bank juga melakukan pelayanan jasa diluar negeri yang meliputi transaksi ekspor, impor, dan transfer pembayaran. Untuk itu ia telah mempunyai beberapa kantr cabang, perwakilan atau koresponden di luar negeri.

  1. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempunyai sejarah yang panjang sejak jaman penjajahan Belanda dan telah mengalami perubahan nama dan penggabungan serta reorganisasi beberapa kali. Banyak sekali macam kegiatan pemberian kredit yang dilaksanakan oleh BRI baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang berupa program khusus yang berspesialisasi pada sector pertanian dalam arti luas termasuk di dalamnya untuk perikanan, perkebunan, dan peternakan. Seperti bank-bank umum pemerintah pada umumnya BRI pada pokoknya memberikan kredit investasi serta kredit eksploitasi, termasuk juga untuk golongan ekonomi lemah yaitu KIK dan KMKP. Karena jangkauannya yang luas sampai kedaerah pelosok, maka BRI banyak memberi jenis-jenis kredit khusus kepada rakyat dan pedagang kecil di pasar-pasar. Di bidang pengembangan dan pembangunan pertanian pangan, BRI khusus diberi tugas menyalurkan kredit Bimas/Inmas.

BRI dikelola oleh dewan direksi di bawah pengawasan dewan pengawas. Kedua dewan berkedudukan di kantor pusat di Jakarta. Struktur organisasi terdiri dari kantor pemeriksa wilayah, kantor cabang dan kantor cabang khusus, serta unit desa dan unit mobil. Untuk mengembangkan efisiensi sumber daya manusia berbagai kursus yang bersifat intern maupun ekstern diadakan. Selain itu BRI juga diberi tugas mengawasi dan membina bank-bank desa, lumbung desa, bank pasar dan bank karya produksi desa.

  1. Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Eksim = BEII)

Bank Ekspor Impor Indonesia (BEII) merupakan bank umum devisa milik Negara yang dalam kegiatan pemberian kredit mengutamakan sector produksi, pengolahan dan pemasaran bahan-bahan ekspor. Sejarah kegiatan sesungguhnya sudah lama yaitu sejak NHM yang dinasionalisasi, kemudian digabung dengan BKTN. Melalui pembentukan BNI Unit II Urusan Eksim kemudian menjadi BEII. Dana dalam negeri berasal dari simpanan giro, deposito, sertifikat deposito, deposito on call, dana likuiditas BI, pinjaman yang diterima dari bank-bank lain serta setoran jaminan.

Dana valuta asing dihimpun dari bank to bank loan, non-bank deposit, dan garansi impor. Seperti bank-bank umum milik Negara lainnya, ia memberikan kredit investasi dan kredit eksploitasi. Manajemen BEII terdiri dari ddewan direksi dan dewan pengawas yang berkedudukan dikantor pusat di Jakarta. Kantor-kantor cabangnya di kota-kota besar pelabuhan karena kegiatannya adalah membiayai perdagangan luar negeri.

  1. Bank Bumi Daya (BBD)

Bank Bumi Daya (BBD) mempunyai tugas yang mengutamakan pemberian kredit kepada sector perkebunan dan kehutanan serta sector angkutan. Untuk ini kredit bisa diberikan bersama-sama dengan bank-bank umum lain. Ia didirikan pada tahun 1968, dan berasal dari BNI Unit IV yang sebelumnya merupakan Bank Umum Negara (Buneg). Yang terakhir ini merupakan hsil nasionalisasi dua perusahaan/bank asing, yaitu NHM milik Belanda dan The Chartered Bank milik Inggris. Penghimpunan dana berasal dari simpanan giro, deposito berjangka, dan dana likuiditas Bank Indonesia, sertifikat BBD dan Tabanas dan Taska.

Pemberian kredit berupa kredit eksploitasi umum maupun kredit investasi dalam rupiah maupun valuta asing. Sebagian besar untuk membiayai sector ekspor dan produksi. Manajemen BBD terdiri atas dewam direksi dan dewan pengawas yang berkedudukan di kantor pusat di Jakarta. Kantor-kantor cabang terletak dikota-kota besar, karena kredit yang diberikan terutama untuk usaha menengah dan besar.

  1. Bank Dagang Negara (BDN)

Bank Dagang Negara (BDN) didirikan pada tahun 1960 yang menampung hasil nasionalisasi Escompto Bank, sebuah bank milik Belanda. Bank ini tidak termasuk dalam reorganisasi bank-bank Negara pada tahun 1965. manajemen bank terdiri dari dewan direksi dan dewan pengawas yang berkedudukan di kantor pusat Jakarta serta beberapa kantor cabang yang terletak di kota-kota besar. Dana berasal dari simpanan giro dan deposito, valuta asing dan dari kredit likuiditas BI. Kredit yang diberikan berjangka panjang untuk investasi dan kredit berjangka pendek untuk eksploitasi, baik kredit besar maupun kecil. Salah satu sector utama usaha pembiayaan adalah di bidang ekspor dan impor.

  1. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) mula-mula didirikan sebagai Bank Industri Negara (BIN). Tugas utamanya adalah memberikan kredit jangka menengah dan panjang untuk membiayai investasi modal tetap. Bank mungkin memprakarsai dan memiliki seluruh saham perusahaan atau hanya sebagian saja, atau bank hanya memberikan pinjaman jangka panjang. Pada kemungkinan pertama bank mengadakan pengikutsertaan dalam perusahaan sebagai wakil pemerintah. Pada waktu pambentukan di awal tahun 1950-an sampai akhir tahun 1960-an, bank ini sukar berkembang karena adanya inflasi cukup tinggi yang sangat mengacaukan pemberian kredit jangka panjang.sesudah itu bank maju dengan pesat. Jumlah nasabah debitur relative hanya sedikit dan jumlah kredit per nasabah besar karena mereka umumnya menggunakan peralatan besar, modern, dan bekerja dengan skala besar.

Manajemen Bapindo terdiri dari dewan direksi dan dewan pengawas yang berkedudukan di kantor pusat Jakarta. Bank mempunyai beberapa kantor cabang. Sumber dana berasal dari modal dn cadangan serta dana dalam dan luar negeri, setoran modal termasuk setoran modal pemerintah, konversi pinjaman likuiditas bank, dan konsorsium pembiayaan dengan bank-bank pemerintah lain. Pinjaman luar negeri berasal dari IDA dan Bank Dunia. Penghimpunan dana dalam negeri berupa giro, deposito, dan tabanas dan taska. Selain kredit investasi dan eksploitasi, bank juga menyalurkan KIK dan KMKP untuk pengusaha kecil. Tetapi kredit menengah dan jangka panjang merupakan spesialisasi kegiatannya.

  1. Bank Tabungan Negara (BTN)

Bank Tabungan Negara (BTN) seperti tersirat pada namanya, memusatkan kegiatan pada pengumulan deposito dan tabungan kecil. Bnk merupakan hasil nasionalisasi dari Bank Tabungan Pos yang telah didirikan sejak jaman penjajahan. Pada awal dan pertengahan tahun 1950-an, bank memberikan kredit hanya kepada lembaga-lembaga pemerintah. Situasi inflasi yang terjadi pada tahun 1950-an dan 1960-an menyebabkan kegiatan penghimpunan dan pemberian kredit jangka panjang sulit dilakukan. BTN mengalami beberapa kali pergantian nama dan reorganisasi. Pada tahun 1963, Bank Tabungan Pos diganti namanya menjadi Bank Tabungan Negara. Pada tahun 1963, BTN diintegrasikan ke dalam system “Bank Tunggal” dan namanya diubah menjadi BNI Unit V. Akhirnya ia dikembalikan lagi menjadi BTN pada tahun 1968.

Penghimpunan dana berasal dari tabanas dan taska serta berbagai bentuk tabungan lain, dari dana bank sentral, modal dan cadangan umum dan cadangan lain. Semua lapangan penanaman dana adalah pemberian pinjaman pada bank-bank lain, kredit jangka pendek serta investasi pada surat-surat berharga. Sejak tahun 1976, pinjaman atau kredit perumahan murah merupakan lapangan usaha utama.

  1. Bank-Bank Swata

Bank-bank swastajumlahnya cukup banyak tetapi mereka kecil-kecil, dan terletak dikota-kota saja bahkan terpusat di Jakarta. Peraturan-peraturan telah disusun oleh pemerintah, tentang syarat-syarat pendirian bank menurut jenis serta lokasi kedudukan, tentang pembukaan kantor cabang/perwakilan, serta tentang bank-bank asing. Untuk menaikkan efisiensi mereka dianjurkan dan diberi rangsangan untuk bergabung atau mengadakan merger. Pada awal tahun 1980-an dilakukan deregulasi perbankan yang pada dasarnya merupakan upaya meningkatkan efisiensi sekktor perbankan dengan lebh memberikan kesempatan berperan kekuatan-kekuatan pasar. Selanjutnya dengan Paknop 87, diberikan kemudahan pendirian bank-bank swasta baru. Persaingan diantara mereka diharapkan akan menaikkan efisiensi operasional.

  1. Bank-Bank Asing

Bank-bank asing hanya dierbolehkan beroperasi di Indonesia dalam dua bentuk yaitu, bila merupakan cabang atau bank usaha patungan. Mula-mula bank-bank asing ini daerah operasinya dibatasi di Jakarta saja. Mulai bulan april 1974, bank-bank ini, terutama yang melaksanakan fungsi-fungsi atau bekerja sebagai bank pembangunan diizinkan beroperasi diluar Jakarta dalam bentuk pembiayaan bersama dengan bank-bank nasional. Bank asing yang berusaha sebagai bank umum hanya boleh didirikan dan beroperasi di Jakarta, disamping itu mereka tidak diperkenankan menerima tabungan. Sedang bank-bank asing yang bekerja sebagai bank pembangunan dapat didirikan di Jakarta dan kota-kota lain dimana dirasakan kebutuhan akan bank-bank semacam ini. Bank-bank asing diberi kesempatan bekerja sama dengan bank-bank nasional milik pemerintah daerah atau swasta, memberikn jasa diluar Jakarta sejak April 1974 dengan ketentuan minimum bagian pembiayaan oleh bank pemerintah sebesar 50% dan untuk bank milik daerah atau swasta adalah 25%.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s