Gallery

Macam-macam pemikiran/mazhab perkembangan ekonomi dalam kaitannya dengan perdagangan internasional

  1. Era Merkantilisme

Istilah “merkantilisme” berasal dari kata merchant, yang berarti “pedagang”. Menurut paham merkantilisme, setiap Negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan perdagangan dengan Negara lain. Sumber kekayaan Negara akan diperoleh melalui “surplus” perdagangan luar negeri yang akan diterima dalam bentuk emas atau perak. Bagi penganut merkantilisme, sumber kekayaan Negara adalah dari perdagangan luar negeri. Selanjutnya, uang sebagai hasil surplus perdagangan adalah sumber kekuasaan.

  1. Mazhab Fisiokrat

Kaum Fisiokrat menganggap bahwa sumber kekayaan yang senyata-nyatanya adalah sumber daya alam. Kaum fisiokrat percaya bahwa system perekonomian juga mirip dengan alam yang penuh harmoni. Dengan demikian, setiap tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing juga akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak. Beri manusia kebebasan, dan biarkan mereka melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing. Pemerintah tidak perlu campur tangan, dan alam akan mengatur semua pihak akan senang dan bahagia. Tanpa adanya intervensi atau campur tangan pemerintah, maka semua tindakan manusia akan berjalan secara harmonis, otomatis, dan bersifat self-regulating.

  1. Mazhab Klasik

Adam Smith sangat mendukung motto laissez faire-laissez passer yang menghendaki campur tangan pemerintah seminimal mungkin. Biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa campur tangan pemerintah. Nanti aka nada suatu tangan tak kentara (invisible hand) yang akan membawa perekonomian tersebut kea rah keseimbangan. Jika banyak campur tangan pemerintah, menurut smith, pasar justru akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada ketidakefisienan (inefficiency) dan ketidakseimbangan.

Adam Smith pada tahun 1776 menyebutkan dalam bukunya yang berjudul : In Inquiry Into The Nature And Causes Of The Wealth Of Nation bahwa, dengan adanya perdagangan internasional, suatu Negara hanya akan memproduksi satu atau beberapa barang saja dengan biaya produksi yang rendah untuk di ekspor dan Negara tersebut akan mengimpor barang-barang lain dengan harga yang lebih murah daripada memproduksi sendiri. Dengan cara ini Negara-negara yang mengadakan hubungan perdagangan internasional dapat memperoleh keuntungan. Adapun macam-macam keuntungan antara lain:

  • Keuntungan Mutlak (Absolute Advantage) dari Adam Smith

Menurut teori ini perdagangan antar dua Negara terhadap dua jenis barang akan tejadi jika masing-masing Negara mempunyai kekuatan dalam memproduksi barang tertentu. Keuntungan akan diperoleh oleh dua Negara tersebut, jika dua Negara tersebut mengekspor barang yang mempunyai keunggulan mutlak dan mengimpor barang yang mempunyai kerugian mutlak.

  • Keuntungan Komparative (Comverative Advantage)

Menurut David Ricardo, perdagangan internasional masih mungkin terjadi dan menguntungkan kedua Negara meskipun satu Negara mempunyai keunggulan mutlak, dan memproduksi kedua barang dengan syarat jika satu Negara mempunyai keunggulan comparative dibandingkan dengan Negara lain.

Bilamana perbandingan biaya produksi antara barang x dan barang y di suatu negara tidak sama dengan di negara lain, maka pembilang dari pecahan perbandingan yang terkecil menunjukkan dalam barang mana negara yang bersangkutan harus melakukan spesialisasi, sehingga negara yang lain akan mengadakan spesialisasi juga dalam barang lainnya

  1. Mazhab Neo-klasik

Menurut Alfred Marshall, selain oleh biaya-biaya, harga juga dipengaruhi oleh unsure subjectif lainnya. Unsure subyektif yang mempengaruhi harga dari pihak konsumen, misalnya pendapatan (daya beli). Harga terbentuk sebagai integrasi dua kekuatan di pasar : penawaran dari pihak produsen dan permintaan dari pihak konsumen. Jika banyak pembeli dan penjual dan tidak ada halangan masuk atau keluar pasar (free entry and exit), dalam jangka panjang harga yang terbentuk di pasar hanya cukup untuk menutup biaya-biaya saja.  Kebanyakan yang dibahas adalah mengenai perlindungan atau proteksi dalam perdagangan internasional.

  1. Keynesian

Menurut Keynes, penciptaan uang ditentukan oleh kredit. Artinya, uang seharusnya diciptakan untuk disalurkan pada sektor produktif sebagai kredit. Dengan begitu, uang akan menciptakan perluasan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan nasional dan akhirnya mendorong sisi permintaan ( “the principle of effective demand”). Teori inilah yang mendorong perdagangan internasional.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s